Beranda / Berita Terkini / Dua Tahun Berturut-turut! Guru KBIT BIC Raih Juara 1 Inovasi Pembelajaran Tingkat Kota Pasuruan

Dua Tahun Berturut-turut! Guru KBIT BIC Raih Juara 1 Inovasi Pembelajaran Tingkat Kota Pasuruan

Pasuruan — KBIT Bina Insan Cendekia (KBIT BIC) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, guru KBIT BIC berhasil meraih Juara 1 Lomba Inovasi Pembelajaran Jenjang PAUD Tingkat Kota Pasuruan.

Pada tahun 2026, prestasi tersebut diraih oleh Nur Lailiya melalui inovasi pembelajaran “Rempah-Rempah Bookish Play”. Ia berhasil meraih Juara 1 setelah mengikuti babak final yang dilaksanakan pada 28 September 2026.

Capaian tersebut melanjutkan prestasi KBIT BIC pada tahun sebelumnya. Pada 2025, Sindy Rizkiyanti Fairuz, guru KBIT BIC, juga berhasil meraih Juara 1 Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Kota Pasuruan melalui inovasi desain pembelajaran “Book In City”.

Dua capaian dalam dua tahun berturut-turut ini menjadi bagian dari upaya KBIT BIC dalam membangun budaya belajar dan inovasi di kalangan pendidik.

Berawal dari Literasi dan Kekayaan Rempah
Inovasi yang dibawakan Nur Lailiya berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat kegiatan literasi anak melalui aktivitas bermain yang lebih konkret dan bermakna. Di sisi lain, beragam rempah yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari memiliki potensi besar sebagai sumber belajar, tetapi belum banyak dieksplorasi dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini.

Melalui konsep Bookish Play, kegiatan membaca buku dikembangkan menjadi pengalaman bermain dan eksplorasi. Anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak mengenal rempah melalui bentuk, warna, tekstur, aroma, serta berbagai aktivitas bermain yang berkaitan dengan isi buku.

Dengan demikian, buku tidak menjadi akhir dari kegiatan literasi, melainkan menjadi pintu masuk menuju pengalaman belajar yang lebih luas.

Kepala KBIT Bina Insan Cendekia, Indarti Widiya Laksana, S.Pd.AUD., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, dua tahun berturut-turut guru KBIT BIC berhasil meraih Juara 1 Inovasi Pembelajaran. Bagi kami, capaian ini bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana guru terus bertumbuh, berani mencoba, dan menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna bagi anak. Prestasi Bunda Nur Lailiya tahun ini juga menjadi bukti bahwa budaya belajar dan berinovasi harus terus kita jaga dan tularkan,” ungkap Indarti.

Sementara itu, Nur Lailiya mengungkapkan bahwa ide inovasinya lahir dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.

“Saya ingin kegiatan literasi tidak hanya berhenti ketika buku selesai dibacakan. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengalami, bermain, dan mengeksplorasi apa yang mereka temukan dari buku. Rempah-rempah ternyata sangat kaya untuk dijadikan sumber belajar karena memiliki beragam bentuk, warna, tekstur, dan aroma. Disini anak juga diajak untuk mengenal budaya lokal penggunaan bahasa jawa. Alhamdulillah, ide ini mendapat apresiasi. Semoga bisa terus dikembangkan dan memberi manfaat bagi anak-anak,” tutur Nur Lailiya.

Prestasi dua tahun berturut-turut ini semakin menguatkan semangat KBIT Bina Insan Cendekia untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendorong para pendidik terus belajar, berkarya, dan melahirkan inovasi.
Sebab bagi KBIT BIC, prestasi bukanlah titik akhir, melainkan buah dari budaya bertumbuh yang terus dijaga.

KBIT Bina Insan Cendekia
Tumbuh Cerdas Berkarakter Emas. (Nur Lailiya)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *