SURABAYA – Puluhan wali murid SIT Permata Surabaya mengikuti kegiatan Parenting dan Milad ke-21 SIT Permata Surabaya di Aula SDIT Permata Surabaya, Sabtu (26/9/2026). Selain memperingati perjalanan 21 tahun lembaga pendidikan tersebut, kegiatan menjadi ruang bagi sekolah dan orang tua untuk memperkuat sinergi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kegiatan diikuti wali murid dari berbagai unit SIT Permata Surabaya, mulai KBIT-TKIT Permata, SDIT Permata, SMPIT Permata, hingga PPQ Permata.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi dan pembagian hasil belajar siswa. Sebelum memasuki acara utama, peserta disuguhi sejumlah penampilan siswa, di antaranya tilawah dan sari tilawah, group vocal SD, serta hadroh SMPIT.
Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT.
Ketua Komite SIT Permata Surabaya Faruq Ahmad Bafadhal dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan antara sekolah, komite, dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak.
Faruq juga memperkenalkan struktur pengurus Komite SIT Permata Surabaya serta Koordinator Kelas (Korlas) dari setiap unit. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara orang tua dan sekolah.
Pesan serupa disampaikan Ketua Yayasan YPIP Lutfiatul Ma’rifah, S.Pd. Ia mengajak para orang tua untuk terus memiliki semangat dalam menjalankan peran sebagai pendamping utama anak.
Dalam kesempatan tersebut, Lutfiatul juga memperkenalkan konsep SOT atau Sekolah Orang Tua. Melalui program tersebut, orang tua tidak hanya menerima informasi dari sekolah, tetapi juga memiliki ruang untuk belajar bersama, memahami kebutuhan anak, dan menguatkan peran keluarga dalam proses pendidikan.
Suasana acara semakin meriah dengan penampilan tari tradisional Tokecang oleh anak-anak TKIT Permata. Gerakan energik dan ekspresi para peserta didik mengundang senyum serta tepuk tangan dari para wali murid.
Memasuki sesi utama, kegiatan parenting mengangkat tema “Sehat Fisiknya, Kuat Imannya, Tangguh Jiwanya”. Materi tersebut membahas pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan selama proses tumbuh kembang.
Dr. dr. Arief Alamsyah, MARS., Sp. KKLP mengajak orang tua membangun komunikasi positif dengan anak. Salah satu pesan yang disampaikan adalah agar orang tua tidak selalu terburu-buru memberikan solusi ketika anak menghadapi masalah.
Anak, menurut materi yang disampaikan, perlu diberi kesempatan untuk mencoba, menghadapi kesulitan, belajar mengambil keputusan, dan menemukan solusi sesuai tahap perkembangannya.
Dengan demikian, orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi aturan dan solusi, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu anak belajar menghadapi berbagai persoalan.
Perayaan Milad ke-21 SIT Permata Surabaya kemudian ditandai dengan prosesi potong tumpeng dan foto bersama. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran manajemen, kepala sekolah, Ketua Komite SIT Permata, serta sejumlah tokoh yang hadir.
Momentum tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan SIT Permata Surabaya selama 21 tahun dalam mendampingi pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik.
Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab berhadiah dan pembagian doorprize.
Di luar aula, wali murid dapat mengunjungi bazar wali murid Permata. Natamata Optik juga menyediakan layanan pemeriksaan mata gratis bagi peserta. Sejumlah mitra dan sponsor turut hadir, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).
Pembagian hasil belajar siswa melengkapi rangkaian kegiatan. Orang tua tidak hanya mendapatkan wawasan melalui sesi parenting, tetapi juga memperoleh informasi mengenai perkembangan belajar anak di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, SIT Permata Surabaya kembali menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Sekolah dan keluarga diharapkan dapat terus berkomunikasi dan berjalan bersama dalam memberikan pendampingan yang utuh.
Memasuki usia ke-21, perjalanan SIT Permata Surabaya menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua. Melalui Sekolah Orang Tua, keluarga diharapkan memiliki ruang untuk terus belajar menjadi pendamping yang sabar, hadir, dan mampu membangun komunikasi positif dengan anak.







